Perhitungan PPh 21 Terbaru Excel

Perhitungan PPh 21 terbaru dengan menggunakan excel mungkin lebih mudah dipahami logikanya jika dibandingkan dengan menggunakan software. Karena kita dapat mengetahui alur bagaimana perhitungannya. Namun jika sudah mengetahui alur berpikirnya, maka menggunakan software lebih cepat perhitungannya. Pada bagian akhir saya akan lampirkan satu file excel sebagai kertas kerja dalam menghitung pph 21.

Ngomong-ngomong PPh 21, apa sih yang dimaksud dengan PPh 21?

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Jadi kalo kalian sebagai pribadi atau perorangan mendapatkan penghasilan dalam bentuk apapun (gaji, honor, bonus, upah) dan dari manapun (dari kantor sebagai karyawan, dari usaha, dari pemberian atau kegiatan apapun), maka kalian wajib membayar pajak namanya pph 21.

Mungkin ada yang bertanya, gaji saya kan kecil apakah masih tetap harus bayar pajak PPh 21? apa ada penghasilan minimum dimana tidak dikenakan pajak? Nah di sini artinya kalian sedang ngomongin PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Apa sih bahasa sederhananya PTKP? bahasa sederhananya adalah batas maksimum (batas tertinggi) penghasilan tidak dikenakan pajak. Lalu berapa batas maksimum penghasilan tidak dikenakan pajak. Untuk tahun 2018 dan 2019 masih menggunakan PTKP PMK Nomor 101/PMK.010/2016 yang berlaku sejak 1 januari 2016 dimana .

Rp 54.000.000 pertahun (Untuk wajib pajak yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Artinya jika seseorang status single dan memiliki penghasilan kurang dari Rp 4.500.000 perbulan (54.000.000/12) maka pajak penghasilan pph 21 nihil atau nol). PTKP ini penting ya dalam perhitungan PPh 21 terbaru atau kapanpun sebagai pengurang dasar penghasilan kena pajak. Ingat PTKP kadang berubah mengikuti kebijakan pemerintah.

Tambahan WP Kawin Rp 4.500.000 (tambahan jika sudah memiliki tanggungan misalnya istri atau anak). Artinya jika sudah menikah dan memiliki tanggungan maka penghasilan tidak kena pajaknya meningkat. Makin besar penghasilan yang tidak dikenakan pajaknya. Yang jomblo ayo cepat menikah, biar PTKP makin kecil dan PPh 21 juga makin kecil..

Lalu, berapa tarif PPh 21?
Tarif PPh 21 bersifat progresif artinya semakin besar akumulasi penghasilan dalam setahun maka tarifnya semakin besar.

Penghasilan Netto kena pajak tarif pajak
sampai dengan Rp 50.000.000 5%
Rp 50.000.000 s/d Rp 250.000.000 15%
Rp 250.000.000 s/d Rp 500.000.000 25%
di atas Rp 500.000.000 30%

Jadi, jika penghasilan kalian bersih kalian dalam setahun dikurangi PTKP masih kurang dari 50 juta maka pajaknya PPh 21 masih kecil. Namun, jika penghasilan bersih kalian sudah di atas Rp 500.000.000 maka siap-siap aja dengan tarif pajak 30%. Lumayan ya juga ya..

Berikut, saya berikan contoh perhitungan Pph 21 terbaru 2018 sampai 2019 ini, cara menghitung pajak penghasilan sebagai karyawan atau pegawai tetap di perusahaan:

Ratna seorang karyawati belum menikah di PT Maju Jaya, bekerja sejak januari 2019 dengan gaji pokok sebesar Rp 5.000.000 perbulan dan tunjangan Rp 1 juta perbulan. Ratna juga membayar premi pensiun sebesar Rp 200.000 perbulan. berapakah PPh 21 yang harus dibayarkan oleh Ratna setiap bulannya?

Gaji Rp 5.000.000,-
Tunjangan Rp 1.000.000
Total Penghasilan bruto Rp 6.000.000

Pengurang
biaya Jabatan 5% x Rp 6.000.000 = Rp 300.000 (ada atau tidak ada jabatan)
iuran pensin Rp 200.000
Total Pengurang Rp 500.000

Penghasilan neto perbulan = Rp 6.000.000 – Rp 500.000 = Rp 5.500.000
penghasilan neto pertahun Rp 5.500.000 x 12 = Rp 66.000.000

Penghasilan tidak kena pajak sebesar Rp 54.000.000, maka dasar pengenaan pajaknya adalah sebesar Rp 66.000.000 – Rp 54.000.000 = Rp 12.000.000

Maka, kewajiban pajak PPh 21 yang harus dibayar dalam setahun adalah sebesar 5% x Rp 12.000.000 = Rp 600.000.
dikenakan tarif 5% karena penghasilan netto nya masih dibawah Rp 50.000.000 setahun. Jadi masih kecil ya.

Pajak PPh 21 yang harus diangsur oleh karyawan tersebut dan dibayarkan adalah sebesar Rp 600.000/12= Rp 50.000
Pajak PPh 21 ini biasanya dipotong oleh perusahaan kemudian disetorkan ke kas negara oleh perusahaan. Kalian sebagai karyawan jangan lupa meminta bukti potongnya ya setiap akhir tahun. Ini penting untuk laporan SPT tahunan pribadi.

Lalu, bagaimana jika kita bukan merupakan karyawan atau pegawai tidak tetap atau berusaha sendiri? Apakah masih tetap harus membayar pajak PPh 21? Tentu tetap harus membayar dan menghitug pajak penghasilan PPh 21. Walaupun tidak ada pihak perusahaan yang memotongnya. Anda harus menghitung pajak sendiri,berapa PTKP dan melakukan penyetoran sendiri ke kas negara serta melaporkannya setiap awal tahun sampai 31 maret setiap tahunnya.

Berikut saya lampirkan perhitungan pph 21 terbaru dengan Excel, kalian tinggal menginput sesuai dengan data penghasilan kalian. klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *