Syarat Pindah KPP WP Badan dan Pribadi

Ketika wajib pajak (WP) badan atau pribadi melakukan pindah alamat atau domisili dimana alamat baru tersebut diluar wilayah KPP dimana sebelumnya WP terdaftar, maka wajib pajak perlu melakukan permohonan pengajuan perpindahan KPP. Namun jika wajib pajak hanya melakukan perpindahan alamat dalam satu wilayah dengan KPP lama maka wajib pajak hanya perlu melakukan update data ke KPP tersebut.

Berikut merupakan persyaratan yang perlu disiapkan oleh wajib pajak sebelum melakukan pengajuan perpindahan KPP.

A.WP Badan atau Joint Operation (JO), dan WP Bendahara
1. WP/PKP mengisi formulir (download di sini sesuai PER 20/PJ/2013) serta menyampaikannya ke KPP lama. Dokumen lain yang perlu dilampirkan adalah Surat Keterangan Domisili di lokasi baru, surat keterangan terdaftar Ditjen Pajak (SKT) dokumen pengukuhan PKP, NPWP lama serta KTP/KITAS direktur atau KTP dan surat kuasa jika dikuasakan.
2. KPP lama akan menerbitkan Surat Pindah dan menyampaikannya kepada WP/PKP dengan tembusan kepada KPP baru. (tugas KPP)
3. Menerima tembusan Surat Pindah dari KPP lama, KPP baru menerbitkan kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan/atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) serta ditembuskan ke KPP lama.
4. Menerima tembusan kartu NPWP dan SKT dan/atau SPPKP dari KPP baru, KPP lama menerbitkan Surat Pencabutan SKT dan/atau Surat Pencabutan SPPKP.

B. Wajib Pajak Orang Pribadi
1. WP mengisi formulir (download di sini sesuai PER 20/PJ/2013) serta menyampaikannya ke KPP Baru. WP Wajib menyertakan dokumen terkait alamat baru seperti surat pindah atau domisili baru.
2. KPP Baru menerbitkan kartu NPWP dan SKT dan/atau SPPKP dengan tembusan ke KPP lama.
3. Menerima tembusah kartu NPWP dan SKT dan/atau SPPKP dari KPP Baru, KPP lama menerbitkan Surat Pencabutan SKT dan/atau Surat Pencabutan SPPKP.